Thursday, July 21, 2016

PILAR PILAR ISTIQOMAH

Iman yang Mendalam kepada Allah

Makna Iman: Mengi'tiqadkan diri kepada Allah dengan sebenar-benarnya, bahwasannya Allah adalah Rabb segala sesuatu, yang menciptakan, memiliki dan menguasai. Dia lah satu-satunya Ilah yang berhak diibadahi dengan penuh harap, takut, rendah diri, patuh dan pasrah. Dia lah pemilik segala sifat mulia yang sempurna suci dari segala kekurangan.

Macam-macam Tauhid:
1. Tauhid Rububiyah.
Rabb mengandung makna memliki dan mengatur (Misbahul Munir). Bertauhid rububiyah berarti pernyataan keyakinan bahwa Allah adalah satu-satunya Pencipta, penguasa dan pemilik alam raya beserta makhluk di dalamnya. Yang menghidupkan dan mematikan, pemberi manfaat dan madharat. Yang mengabulkan do'a orang yang sedang kesulitan dan menolaknya. Kepadanyalah segala urusan dikembalikan.
"Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Mahasuci Allah, Rabb alam semesta" (al A'raf 54).

Yg termasuk dalam tauhid ini adalah pasrah kepada taqdir.

2. Tauhid Uluhiyah
Keyakinan akan tauhid rububiyah dimanifestasikan dalam ibadah hanya kepada Allah saja satu-satunya. Itulah makna tauhid uluhiyah.
"Hai manusia, sembahlah Rabbmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa. Dia lah yg telah menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap serta menurunkan hujan dari langit itu, lalu menumbuhkan dengan hujan itu segala buah2an sebagai rizqi untukmu, maka janganlah kamu menjadikan bagiNya sekutu, padahal kamu mengetahui (al Baqarah 21-22).
Baca juga ayat kursi (al Baqarah 255). Pada ayat ini Allah disebut sebagai Ilah.
Maka bertemulah rububiyah dan uluhiyah Allah dalam sikap ketundukan yang total dan penghinaan diri seorang hamba yang menyembah kepadaNya. Ibarat seorang pengemis yang meminta dengan sangat agar diberi karena lapar yang melilit perutnya.

Kamalul Hubb yahtaju ila kamalul khudu' wat tadzallul. Totalitas cinta -kepada Allah- membutuhkan ketundukan yang total dan penghinaan diri dihadapan yang dicintai. (Syarah Qashidah Ibnul Qayyim al Jauziyah). Yaitu at Tawajuh Ilayhi bil 'ibadah wal Khusyu' wal khudu'. (menghadapkan wajah kepadaNya saja dengan ibadah, khusyu' dan Tunduk).

3. Tauhid Asma' dan Sifat.
Yaitu pengi'tiqadan diri secara bulat-bulat bahwa Allah saja yang patut menyandang sifat-sifat kesempurnaan, bersih serta suci dari kelemahan dan kekurangan.

Jangan sekali-kali mencari-cari, menghubung-hubungkan atau menyama-nyamakan Allah dengan makhluqNya, dalam hal makna maupun hakikat karena tidak akan ada kesamaan (Tafsir Imam Al Qurthubi).

Maka tidak dibenarkan memperlakukan makhluq dengan perlakuan yang hanya merupakan Hak Allah.

Thursday, July 14, 2016

Antara Fiqih dan Hadits

Kenapa para Imam Mazhab seperti Imam Malik tidak memakai hadits Sahih Bukhari dan Sahih Muslim yang katanya merupakan 2 kitab hadits tersahih?

Untuk tahu jawabannya, kita harus paham sejarah. Begini kronologinya:

Imam Malik lahir tahun 93 Hijriyah. Sementara Imam Bukhari lahir tahun 196 H dan Imam Muslim lahir tahun 204 H. Artinya Imam Malik sudah ada 103 tahun sebelum Imam Bukhari lahir.

Apakah hadits para Imam Mazhab lebih lemah dari Sahih Bukhari dan Sahih Muslim?

Justru sebaliknya. Lebih kuat karena mereka lebih awal lahir daripada Imam Hadits tsb.

Rasulullah SAW bersabda
, خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِيْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ
“Sebaik-baik manusia adalah pada kurunku (Sahabat), kemudian yang sesudahnya (Tabi’in), kemudian yang sesudahnya (Tabi’ut Tabi’in).”[HR. Al-Bukhari no. 2652 dan Muslim no. 2533 ]

Berikut urutan tahun lahir para Imam Madzhab yang empat:

1) Imam Hanafi lahir:80 hijrah
2) Imam Maliki lahir: 93 hijrah
3) Imam Syafie lahir:150 hijrah
4) Imam Hanbali lahir:164 hijrah

Jadi agaknya kita --manusia akhir zaman--: 1. Tidak pantas menghakimi pendapat Imam Mazhab dengan Sahih Bukhari dan Sahih Muslim. Karena sebagaimana sabda Rasul di atas, apalah artinya kurun kita ini dibanding kurun mereka?

2. Tidak adil jika membandingkan pendapat hasil ijtihad para ulama pendahulu kita tersebut. Karena berdasarkan metodenya yang berbeda, hasil “ijtihad” mereka pun berbeda-beda satu sama lain…

Sebagai contoh, misalnya menurut Sahih Bukhari sholat Nabi "begini dan begitu" dan beda dengan sholat Imam Mazhab, tidak pasti berarti sholatnya para Imam Madzhab itu salah. Karena para Imam Mazhab seperti Imam Malik melihat langsung cara sholat puluhan ribu anak2 sahabat Nabi di Madinah. Anak2 sahabat ini belajar langsung ke Sahabat Nabi yang jadi bapak mereka. Persaksian mereka itulah yang mereka tulis sebagai madzhab mereka. Sedangkan para Imam Madzhab menggunakan metode periwayatan, yaitu mereka mendengar dari "fulan" dari "fulan" dan seterusnya. Maka, bagaimana akan kita bandingkan kedua hasil ijtihad dari dua metode ini?

Imam Bukhari dan Imam Muslim pun meski termasuk pakar hadits paling top, tetap bermazhab. Mereka mengikuti mazhab Imam Syafi’ie. Ini adalah Imam Hadits yang mengikuti Mazhab Syafi’ie: Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Nasa’i, Imam Baihaqi, Imam Turmudzi, Imam Ibnu Majah, Imam Tabari, Imam Ibnu Hajar al-Asqalani, Imam Abu Daud, Imam Nawawi, Imam as-Suyuti, Imam Ibnu Katsir, Imam adz-Dzahabi, Imam al-Hakim.
Wallahua'lam bishshowwab.

(Ditulis ulang dari sebuah posting di grup whatsapp)

Sunday, July 10, 2016

Keutamaan Istighfar

Dalam suatu majelis ilmu Imam Hasan Al Basri:

“Seorang pria mengeluh kepada Hasan Al-Basri rahimahullah tentang kekeringan, dan beliau [Al-Basri] berkata kepadanya, Beristighfarlah' (Mohon ampunlah) kepada Allah.'

Seorang pria lain mengeluh kepadanya kemiskinan dan beliau memberi nasihat kepadanya, 'Beristighfarlah (Mohon ampunlah) kepada Allah.'

Seorang pria lain mengatakan kepadanya bahwa ia tidak dapat memiliki anak. Beliau menjawab, 'Beristighfarlah (Mohon ampunlah) kepada Allah.'

Kemudian orang-orang bertanya: 'Yaa Syaikh mengapa orang-orang menanyakan persoalan yang berbeda, tetapi jawaban anda sama saja?. Beliau menjawab, 'Ini bukan pendapat pribadi saya, ini Allah berfirman dalam Surah Nuh (ayat 10-12)':

“Beristighfarlah (Mohon ampunlah) kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan [pula di dalamnya] untukmu sungai-sungai.“ (QS. Nuh: 10-12)

(Tafsir Al-Qurtubi 18/301-302)g

Saturday, June 25, 2016

PENGANTAR ASBABUN NUZUL

A. Pengertian;

Menurut Ibnu Abbas, sebagai petunjuk hidup bagi manusia, AlQuran itu turun diturunkan secara:
1. Jumlatan wahidan, sekaligus ke Baitul Izzah di langit dunia agar para malaikat menghormati kebesarannya.
2. Bertahap kepada Nabi Muhammad saw selama 2r tahun sesuai dengan peristiwa-peristiwa dan kejadian-kejadian sejak beliau diutus, 13 tahun di Mekkah dan 10 tahun di Madinah.

Imam Suyuthi menyatakan bahwa Alquran ada yg disebut dengan ibtida'iy (ayat2 yang Allah turunkan secara langsung tanpa sebab) dan ada yang disebut sababy (dengan latar belakang sebab). Sebagian besar alquran itu ibtida'iy.

Demikian pula Imam Ja'bary menyebutkan: Qur'an diturunkan dalam dua kategori: yang turun tanpa sebab dan yang turun karena suatu peristiwa atau pertanyaan.

Asbabun Nuzul adalah peristiwa yang melatarbelakangi turunnya ayat alquran. Baik berbentuk kejadian atau pertanyaan yang diajukan kepada Nabi saw. Syaikh Manna' Al Qathan menyebutkan asbabun nuzul adalah sesuatu yang karenanya Qur'an diturunkan untuk menerangkan status (hukum)nya, pada masa hal itu terjadi, baik berupa peristiwa maupun pertanyaan.

Asbabun nuzul adalah salah satu ilmu alat utk memahami Al Quran. Ia adalah bagian dari ulumul Quran.

B. Kenapa harus memahami asbab nuzul?

1. Karena ada ayat yang tidak dapat difahami kecuali setelah memahami sabab nuzulnya.

Al Wahidi menjelaskan, tidaklah mungkin mengetahui tafsir ayat tanpa mengetahui sejarah dan penjelasan sebab turunnya. Ibnu Daqiq al 'Ied berpendapat, keterangan tentang sebab nuzul adalah cara yang kuat (tepat) untuk memahami makna Al Qur'an. Sebagaimana Imam Ibnu Taymiyah mengatakan bahwa mengetahui sebab nuzul akan membantu dalam memahami ayat, karena mengetahui sebab menimbulkan pengetahuan mengenai musabab (akibat).

2. Menunjukkan bahwa alQuran memang diturunkan oleh Allah, bukan karangan Nabi saw.

Sebagai contoh adalah Surat An Nur ayat 23-25. Ayat ini menjelaskan status kesucian Aisha dari tuduhan keji sebagian orang. Sebagaimana diketahui ayat ini turunnya relative lama dari terjadinya peristiwa yang menyebabkan munculnya tuduhan. Cukup lama untuk membuat resah banyak kalangan sahabat di Madinah, keluarga Abu Bakar bahkan Nabi saw sendiripun resah karenanya. Sekiranya Al Qur'an memang karangan Nabi Muhammad -sebagaimana pandangan sebagian orientalis- maka Nabi saw tak perlu resah dan mengulur waktu untuk memberi penjelasan.

C. Yang berlaku adalah keumuman lafadz bukan kekhususan sebab.

Pada peristiwa haditsul ifki dalam surat An Nuur ayat 23-25 diatas dapat dijadikan contoh. Menurut Ibnu Abbas ayat ini tentang haditsul ifki (berita bohong) secara khusus berkenaan dengan ummul mukminin Aisha dan isteri-isteri Nabi lainnya. Tetapi hukumnya berlaku kepada semua kaum perempuan yang beriman, karena lafadznya "perempuan-perempuan yang baik-baik" bersifat umum. Demikian pula berlaku bagi orang-orang yang melakukan tuduhan, berlaku umum sampai akhir zaman.

D. Kitab-kitab Asbabun Nuzul tertua

1. Asbabun Nuzul karya Imam Ahmad Al Wahidy (Abul Hasan Ali bin Ahmad al Wahidy an Naisabury). Kemudian Imam Al Ja'bary meringkasnya dengan menghilangkan isnad-isnadnya tanpa menambahkan sesuatu.

2. Lubab al Manqul fii Asbabin Nuzul karua Imam Jalaludin Abdurrahman As Suyuthi. Imam Suyuthi mengembangkan kitabnya ini dari satu juz yang ia bisa dapatkan dari suatu kitab tentang asbabun nuzul karya Imam Ibnu Hajar al Asqolani (Ahmad bin Ali Abul Fadhl Syihabudin al Hafiz bin Hajar al Asqolani).

Wednesday, June 1, 2016

SURAT NABI MUHAMMAD saw


untuk Pendeta Biara Santa Katarina :

Pada tahun 628 M ( 6 Hijriyah ), Nabi Muhammad SAW menulis surat kepada para Pendeta dari Biara St.Catherine ( Santa Katarina ) yang datang ke Madinah untuk mengunjungi Rosulullah.

Surat Asli dengan Stempel Asli Nabi Muhammad diawetkan di Biara St. Catherine sampai tahun 1517 Masehi ketika Kekaisaran Ottoman Turki Sultan Selim I menginvasi Mesir & membawa surat asli Nabi Muhammad tersebut untuk dipajang di Musium Topkapi Istanbul.

Sebelum membawa pergi surat asli, Sultan Selim I meninggalkan beberapa salinan untuk disimpan Biara Santa Katarina, yang mana saat membuat salinan tersebut disaksikan oleh Ulama untuk menguatkan keotentikan sejarahnya.

BUNYI SURAT ASLI NABI MUHAMMAD :

" Ini adalah pesan dari Muhammad ibn Abdullah, sebagai suatu perjanjian bagi mereka yang menganut Kekristenan, jauh dan dekat, kami beserta mereka. Sesungguhnya aku, para hamba, para pembantu dan para pengikutku membela mereka, karena orang KRISTEN ADALAH WARGAKU ; dan demi Allah ! aku menahan diri untuk melakukan apapun yang menentang mereka.

TIDAK ADA PAKSAAN boleh dilakukan untuk mereka. Juga tidak boleh hakim-hakim mereka disingkirkan dari pekerjaannya, maupun para biarawan mereka dari biara-biaranya.

TIDAK BOLEH siapapun menghancurkan RUMAH AGAMA mereka, atau merusakkannya, atau mengambil sesuatupun dari padanya ke dalam rumah-rumah orang Muslim. Bilamana ada orang yang melakukan hal ini, ia menyalahi perjanjian Allah dan tidak mematuhi Nabi-Nya.

Sesungguhnya, mereka adalah SEKUTUKU dan memiliki perjanjian erat dariku melawan semua yang mereka benci. TIDAK BOLEH siapapun memaksa mereka pergi ( mengusir ) atau mengharuskan mereka untuk berperang.

Orang-orang Muslim HARUS BERPERANG UNTUK MEREKA. Jika seorang wanita Kristen menikah dengan seorang Muslim, tidak boleh dilakukan tanpa seizin wanita itu. Wanita itu tidak boleh dihalangi untuk mengunjungi gerejanya untuk berdoa. Gereja-gereja mereka HARUS DIHORMATI. Mereka tidak boleh dihalangi untuk memperbaikinya atau kekudusan perjanjian-perjanjian mereka.

TIDAK ADA bangsa ( Muslim ) yang boleh melanggar perjanjian ini sampai AKHIR JAMAN. "

STEMPEL NABI MUHAMMAD.

SURAT 100% ASLI OTENTIK. Banyak referensi sahih baik dari sumber Islam maupun Sekuler. Hanya TERORIS PEMBENCI TOLERANSI yang akan menyebut surat ini palsu.

Selamat berakhir pekan !

SUMBER :

ISLAMIC STUDY :
Muhammad's protection to St. Catherine's Monastery
http://www.islamic-study.org/saint_catherine_monastery.htm

MUSLIM FOR PEACE :
The Covenant, Muhammad's Letter to St. Catherine
http://www.muslimsforpeace.org/holy-prophet/the-covenant/

HUFFINGTONPOST UK :
Muhammad's Letter to Christian Monks at Mt. Sinai
http://www.huffingtonpost.com/craig-considine/egypt-anti-christian-bias_b_3775110.html

WIKIPEDIA :
Surat Jaminan Muhammad
https://id.wikipedia.org/wiki/Surat_Jaminan_Muhammad

Monday, May 30, 2016

Al Wala' wal Bara'

Al-Wala' wal-Bara' (Arab: ‏الولاء والبراء) merupakan kaedah prinsip di dalam akidah Islam tentang loyalitas terhadap muslimin dan pelepasan diri dari orang kafir.

Definisi:
Al-Wala' artinya loyalitas dan kecintaan. Wala’ adalah kata mashdar dari fi’il “waliya” yang artinya dekat. Yang dimaksud dengan wala’ di sini adalah dekat kepada kaum muslimin dengan mencintai mereka, membantu dan menolong mereka atas musuh-musuh mereka dan bertempat tinggal bersama mereka.

Al-Bara' artinya berlepas diri dan kebencian. Bara’ adalah mashdar dari bara’ah yang berarti memutus atau memotong. Seperti pada Al-Quran Surah ke-9; Bara'ah/At-Taubah ayat 1: "(Inilah pernyataan) pemutusan hubungan dari Allah dan Rasul-Nya (yang dihadapkan) kepada orang-orang musyrikin (penyembah berhala) yang kamu (kaum muslimin) telah mengadakan perjanjian (dengan mereka), serta tidak tinggal bersama mereka. (60:4).

Maksudnya di sini ialah memutus hubungan atau ikatan hati dengan orang-orang non muslim, sehingga tidak lagi mencintai mereka, membantu dan menolong mereka.
Membantu dan menolong yang terlarang disini adalah di dalam membantu perbuatan kekafirannya, sedangkan menolong dalam hal kebaikan dan kemanusiaan bahkan Islam sangat menganjurkannya.

Urgensi:
Di antara tuntutan pernyataan iman tauhid adalah mencintai ahlinya yaitu para muwahhidin, serta memutuskan hubungan dengan para musuhnya yaitu kaum musyrikin. Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, RasulNya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah). Dan barang-siapa mengambil Allah, RasulNya dan orang-orang yang beri-man menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang.” (Al-Maidah: 55-56)

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuhKu dan musuhmu menjadi teman-teman setia …” (Al-Mumtahanah: 1)

“Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain.” (Al-Anfal: 73)

“Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan RasulNya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka.” (Al-Mujadilah: 22)

Kedudukan al-wala’ wal bara’ dalam Islam sangatlah penting, karena dia adalah tali iman yang paling kuat. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam: “Tali iman paling kuat adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah.” (HR. Ibnu Jarir)

Dan dengan al-wala’ wal bara’-lah kewalian dari Allah dapat tergapai. Diriwayatkan oleh Abdullah Ibnu Abbas Radhiallaahu anhu: “Siapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi wala’ karena Allah dan memusuhi karena Allah maka sesungguhnya dapat diperoleh kewalian Allah hanya dengan itu. Dan seorang hamba itu tidak akan merasakan lezatnya iman, sekali pun banyak shalat dan puasanya, sehingga ia melakukan hal tersebut. Dan telah menjadi umum persaudaraan manusia berdasarkan kepentingan duniawi, yang demikian itu tidaklah bermanfaat sedikit pun bagi para pelakunya.” (HR. Thabrani dalam Al-Kabir)

Dari ayat dan hadits di atas menunjukkan tentang wajibnya loyalitas kepada orang-orang mukmin, dan berlepas diri dari orang-orang nonmuslim, serta menunjukkan bahwa loyal kepada sesama umat Islam adalah kebajikan yang amat besar, dan loyal kepada nonmuslim adalah bahaya besar.

Setiap muslim wajib berbuat adil terhadap setiap orang, sehingga Al-Bara' jangan disalahfahami sebagai alasan untuk berbuat sewenang-wenang terhadap orang di luar Islam. Islam adalah agama yang memberikan keadilan. Oleh karena itulah, Allah tidak melarang kaum muslimin untuk berbuat baik kepada orang kafir yang tidak memerangi kaum muslimin.

Allah tidaklah melarang kalian berbuat baik dan berbuat adil terhadap orang kafir yang tidak memerangi kalian karena agama dan tidak mengusir kalian dari kampung kalian. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat adil” (QS. Al Mumtahanah : 8)

Friday, May 27, 2016

Rise of Barbarosa Brothers

Pernah dengar tentang Barbarosa Brothers?

Dalam komik Asterik, ada bajak laut yang selalu sial. Dalam film Pirates Of Carribean juga ada bajak laut bengis. Itulah penggambaran negatif tentang Barbarosa Brothers.

Sebenarnya siapa sih mereka?

Begini ceritanya...
Islam pernah mengisi peradaban tingkat tinggi di Andalusia, kebudayaan, filsafat (sains) dan teknologi (terutama struktur dan arsitektur) lahir di wilayah jjjj semenanjung Iberia (Spanyol) tersebut. Thariq bin Ziyad yang membawa misi Islam diabadikan menjadi nama gunung di semenanjung tersebut, yaitu Jabal Thariq yang diucapkan orang barat menjadi Gibraltar (kini berada di bawah kekuasaan Inggris). Sebuah gunung di dekat selat yang menghubungkan samudera Atlantik dengan Laut Tengah. Bangsa barat (Eropa) tercengang dengan kemajuan Andalusia, Cordoba, Granada dan Sevilla setelah dipimpin Bani Abbasiyah pada tahun 756M. Umat Islam, Kristen dan Yahudi hidup rukun selama dua abad lebih di saat itu.

Pada masa itulah hidup dua orang bersaudara pelaut yang biasa berdagang di laut tengah melayari pesisir-pesisir Yunani dan Italia. Namanya Aruj dan Khayrudin. Sampai Eropa memasuki era Perang Salib. Suatu ketika kapal dagang mereka diserang sebuah kapal militer Spanyol bernama St. John Of Jerussalem (Knight Of Rhodes). 

Adik bungsu mereka tewas pada serangan itu. Ini melahirkan dendam dalam hati mereka. Mereka lalu memutuskan berhenti berdagang dan mulai merompaki kapal-kapal Spanyol baik kapal militer maupun kapal dagang.

Selama era Perang Salib, Eropa melancarkan misi Reconquista yaitu misi penaklukan kembali wilayah-wilayah Eropa. Satu persatu kota-kota dengan peradaban tinggi mulai jatuh, Lisboa, Merida, Cordoba, Valencia, Murcia, Sevilla dan puncaknya Granada jatuh pada tahun 1492M. Bangsa Moor di wilayah Andalusia tersebut terpaksa hengkang ke Afrika utara karena misi Reconquista dilanjutkan dengan misi inkuisisi yaitu pembersihan kaum muslim, sebagian murtad dan sebagian lagi bersembunyi di pegunungan. Misi ini memuncak ketika raja Ferdinand II dari Aragon menikah dengan ratu Isabella dari Castille, dan selanjutnya dikenal sebagai Ferdinand V dari Kastilia. Ferdinand merupakan seorang Khatolik yang fanatik. Kaum muslim dan Yahudi dibersihkan selama masa kepemimpinannya. Masjid Cordoba yang bertiang 1000 buah kini menjadi gereja, begitu pula Alhambra hanya tinggal kenangan. Reconquista diteruskan ke arah Afrika utara dan ke arah timur yang menjadi tujuan utama, yaitu tanah suci Jerusalem. 

Jatuhnya Andalusia merubah haluan misi dendam kedua bersaudara Barbarosa menjadi misi perjuangan. Bahu-membahu bersama sekelompok milisi bangsa Moor mereka melancarkan misi penyelamatan bangsa Moor dari Spanyol. Puluhan ribu bangsa Moor (bahkan yang mengungsi di pegunungan) berhasil ia selamatkan ke negeri-negeri Afrika utara seperti Maroko, Tunisia dan Aljazair, selain itu Aljazair dijadikan basis pertahanan lautnya. Basis ini mereka gunakan untuk menghadang gelombang serangan Pasukan Salib dari jalur Afrika Utara menuju Tanah Suci Palestina.
 
Ketika itulah nama Barbarosa sebagai pelaut yang menguasai laut tengah menemukan momentumnya. Reputasinya didengar Sultan Sulayman I. Sultan yang prihatin atas situasi genting yang dihadapi kaum Moor di Andalusia kemudian mengangkat mereka berdua menjadi Pemimpin Angkatan Laut Kekhalifahan Turki Utsmaniyah.

Pasca gugurnya Aruj menjadikan pimpinan armada laut Turki pindah ke Khairuddin dan Spanyol mengira era Barbarossa telah berakhir di Laut Tengah. Spanyol mengirim 20.000 tentaranya ke Aljazair, pertempuran hebat terjadi, namun Khairuddin berhasil mengalahkan pasukan laut tersebut. Ia sadar terlalu banyak ancaman dari negeri sekelilingnya selain ancaman utama Spanyol, hingga akhirnya Khairuddin meminta melalui Aljazair supaya Amir Tunisia dan Tlemcen dialihkan kekuasaannya atas nama daulat Utsmani Turki, mereka pun setuju, hingga pada tahun 1519 Turki mengangkat Khairuddin sebagai beylerbey (Bakler Baik) atau wakil Turki di Aljazair dan memimpin pasukan Janissary, pasukan khusus militer Turki. (Dari berbagai sumber)